16 Februari 2011

Cinta?????


1.    kadang orang bilang cinta itu busyet
cinta itu taiii
kalian munafikkk…..
setiap orang ingin mencintai dan di cintai
jika di temukan orang yang tak ingin mencintai dan di cintai
dia bukanlah manusia….
karena manusia dalam hatinya telah di berikan cinta
oleh allah sejak kita di ciptakan
adapula mengapa cinta itu menyakiykan karena kita kurang menghargai cinta itu…
cinta ibarat cermin..tersenyumlah pada cinta maka cinta akan tersenyum untukmu
aku kasihan lihat orang yang terluka karena cinta
kayaknya dia menganggap tidk ada yang mencintain6ya lagi sejak cintanya pergi
tapi sesungguhnya cinta allah selalu bersama kalian.
hiduplah dengan penuh cinta
karena cinta adalah anugerah terindah dalam hidupmu
yang di berikan oleh allah
dan karena kau punya hati dan jiwa.

26 Januari 2011

Just the way I feel...

The first time i laid my eyes on the vast meadows, it rustles and sways in the silver background of the scene on the brder between dreams and reality.is it for the sake of seeing you? or for the sake of the eyes of someone i have yet of meet?i'll continue to cut through the wind.


The sound of the alarm clck will soon ring yet what if the dream still remain beyond that?
precious thing never change, no matter where they are..
Even if i were to awaken, there's no other place i'd rather be and i think that is what "caurage" is it was just too ark to be seen.
-------You are MINE---------


As i held my tears back, i abandoned a fragmentof my heart,now it chases me, leaving me breathless. Causing the really i cling to, to fall apart and wither away....
you just can't see it yet, reality and dreams do nothing but mislead you
i'd like to go around the corners of all the countless roads that span the hillops, toward the scenary that's only withing the music, dreams connect to other dreams. just like a rainbow colored mze.

It's me...

Foto saya
Bukittinggi, West Sumatera, Indonesia
smart,brave,competence,cute, and love literary so much

Poem.....

Telah kujaga rindumu, supaya kau tetap tampak baka, tampak bahagia. Musim telah berubah. Bunga berganti buah, dan aku tak ingin kau jadi sampah, seperti daun yang terayun untuk kemudian terjun, melambai lembut ke ubun. Mari sebentar tertegun. Biarlah pohon sukun ini menjadi saksi, bahwa matahari tak akan mengembalikan tai jadi nasi. Maka, tak guna lagi kau bersembunyi. Keluarlah dari gerumbul mahoni, dan lihatlah betapa sayap ini telah jadi rerumbai. Kita sama tahu, padi dan duli telah pergi. Juga sang Sri yang suka mengirim benih mimpi setengah tahun sekali. Semalam aku terbangun. Seperti ada yang mengucap salam dalam tidurku. Suaranya mirip suaramu: sang geluduk yang sering menyeruduk tidurku. Tapi bukan. Ternyata, sepi telah pandai menirukanmu. Atau, kau memang telah bersekutu dengan sepi, sebagaimana kata-kata ini, yang tak juga menemu beras putihmu walau separuh lidah-lalangku telah jadi debu. Sebagaimana pasangan kekunang itu, yang tak mungkin kembali bersarang di kedua kubu mataku.