5 Oktober 2010

Cinta adalah anggur yang memabukan yang akan membuat Sang pecinta lupa akan segala penderitaannya.
Cinta bagaikan embun dipagi hari yang menetes ditanah kering.
Cinta bagaikan kilauan permata yang mempesona, bagai rona pelangi indah yang menghiasi indahnya langit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

It's me...

Foto saya
Bukittinggi, West Sumatera, Indonesia
smart,brave,competence,cute, and love literary so much

Poem.....

Telah kujaga rindumu, supaya kau tetap tampak baka, tampak bahagia. Musim telah berubah. Bunga berganti buah, dan aku tak ingin kau jadi sampah, seperti daun yang terayun untuk kemudian terjun, melambai lembut ke ubun. Mari sebentar tertegun. Biarlah pohon sukun ini menjadi saksi, bahwa matahari tak akan mengembalikan tai jadi nasi. Maka, tak guna lagi kau bersembunyi. Keluarlah dari gerumbul mahoni, dan lihatlah betapa sayap ini telah jadi rerumbai. Kita sama tahu, padi dan duli telah pergi. Juga sang Sri yang suka mengirim benih mimpi setengah tahun sekali. Semalam aku terbangun. Seperti ada yang mengucap salam dalam tidurku. Suaranya mirip suaramu: sang geluduk yang sering menyeruduk tidurku. Tapi bukan. Ternyata, sepi telah pandai menirukanmu. Atau, kau memang telah bersekutu dengan sepi, sebagaimana kata-kata ini, yang tak juga menemu beras putihmu walau separuh lidah-lalangku telah jadi debu. Sebagaimana pasangan kekunang itu, yang tak mungkin kembali bersarang di kedua kubu mataku.